oleh admin_bpsdm | Sep 20, 2024 | Pelatihan
Sebagai rangkaian kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Calon Pegawai Tetap Undip Non ASN (CPTU Non ASN) Angkatan 8 dan 9, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Diponegoro mengadakan kegiatan “Penilaian Proyek Perubahan Substantif CPTU Non ASN Angkatan 8 dan 9 Tahun 2024.” Sebelumnya, CPTU Non ASN menyusun Proyek Perubahan Substantif bersama mentor di tempat kerja masing-masing. Mentoring Angkatan 8 dilaksanakan dari tanggal 29 Juli hingga 9 September 2024, dan untuk Angkatan 9 dari tanggal 5 Agustus hingga 13 September 2024. Selanjutnya Proyek Perubahan Substantif dinilai pada tanggal 18 September dan Angkatan 9 pada tanggal 19 September, bertempat di Gedung Widya Puraya dan Gedung Perpustakaan Universitas Diponegoro.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memenuhi syarat kelulusan CPTU Non ASN dalam Diklatsar, yang menunjukkan peningkatan kinerja individu selama masa percobaan, termasuk kemampuan mengidentifikasi dan mencari solusi atas masalah yang ada di unit kerja masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memberi kesempatan CPTU Non ASN mengenalkan inovasi baru dan mengimplementasikan ide-ide kreatif di lingkungan kerja didampingi oleh para supervisor atau atasan langsung berperan sebagai mentor.
Dalam pelaksanaannya, banyak peserta yang merasa tertantang oleh tugas proyek perubahan yang diberikan, dan melihatnya sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka. Meskipun ada yang merasa terbebani oleh tenggat waktu yang singkat, bimbingan dari mentor diharapkan dapat memberikan umpan balik konstruktif untuk kelancaran penyusunan dan implementasi proyek. Pada saat ujian atau wawancara proyek perubahan di hadapan reviewer, selanjutnya peserta akan mempresentasikan informasi detail tentang proyek mereka, termasuk kriteria dan dampak setelah implementasi. Para reviewer juga akan mempertimbangkan jabatan, kualifikasi akademik, dan masa kerja peserta untuk memberikan penilaian yang objektif.
Proyek Perubahan Substantif 94 CPTU Non ASN Angkatan 8 dan 95 CPTU Non ASN Angkatan 9 diharapkan tidak hanya menjadi formalitas syarat kelulusan, tetapi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di unit kerja masing-masing. Jika seluruh pihak menerapkan inovasi ini, sumber daya manusia di Universitas Diponegoro diharapkan akan semakin unggul dan profesional.
oleh admin_bpsdm | Sep 20, 2024 | Pelatihan
Sulap layout DIPOHub lantai 1, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Universitas Diponegoro menggelar “Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Pelayanan Pelanggan” bagi Tenaga Kependidikan Universitas Diponegoro pada tanggal 18 hingga 19 September 2024. Pelatihan ini diikuti oleh 18 peserta yang sangat antusias mengikuti pelatihan dan berinteraksi dengan narasumber yang merupakan pakar service excellence, yaitu Dimas Andyan Indra, B.IT, S.Kom, M.M dan Wishnu Hadyan Hanungyudho, S.Kom, M.M
Pelatihan ini sangat penting, ujar Kepala BPSDM saat membuka pelatihan. Mengingat Undip telah beralih menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) selama beberapa tahun terakhir, yang dimana membawa dampak signifikan terhadap cara institusi beroperasi. Sehingga tuntutan pelayanan terhadap pelanggan Undip, yang mencakup mahasiswa dan masyarakat luas, semakin meningkat. Hal ini mencerminkan kebutuhan untuk memberikan layanan yang lebih baik dan responsif terhadap harapan stakeholder, sehingga BPSDM tidak ragu untuk menyelenggarakan pelatihan ini.
Penyelenggaraan pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat memberikan layanan dan bantuan informasi yang responsif, mengelola layanan pelanggan berkualitas, serta melakukan kerja sama yang efektif dengan kolega dan pelanggan. Mereka juga diajarkan untuk bekerja dalam lingkungan sosial yang beragam, berkomunikasi secara lisan dalam bahasa Inggris pada tingkat operasional dasar, dan menyajikan informasi dengan jelas dan menarik. Selain itu dengan diadakannya uji kompetensi diharapkan dapat meraih sertifikasi BNSP yang praktis dapat memberikan legitimasi pengakuan terhadap kompetensi tenaga kependidikan dan memastikan bahwa mereka tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan praktis yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di dunia pendidikan modern.
Usai mengikuti pelatihan ini, Fitriana Iftatika, S.T., M.Sc. salah satu peserta memberikan kesan dan pesan yang positif. “senang sekali, materinya bagus, narasumber interaktif. Semoga setelah pelatihan dapat langsung menerapkan tips trik pelayanan pelanggan di unit kerja dalam pekerjaan sehari-hari. Diharapkan terdapat pelatihan lanjutan setelah ini.” Senada dengan hal itu, peserta lain, Iranita Wijayanti, S.Pd. juga menyampaikan bahwa “pelatihan ini sangat dibutuhkan bagi semua tenaga kependidikan, diharapkan dapat diberikan kepada rekan-rekan tendik yang belum mengikuti dalam rangka mendukung Undip sebagai kampus yang ramah dan melayani.”
BPSDM optimis dengan Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Pelayanan Pelanggan ini maka secara bertahap standar pelayanan pelanggan di Universitas Diponegoro dapat ditingkatkan melalui berbagai inisiatif yang fokus pada peningkatan kualitas layanan.
oleh admin_bpsdm | Sep 12, 2024 | Pelatihan
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Diponegoro (Undip) telah menggelar Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Sekretaris pada tanggal 9-11 September 2024 yang berlokasi di Ruang Audio Visual, Gedung Perpustakaan Undip, Lantai 1. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi para sekretaris yang bertugas di berbagai unit kerja di lingkungan universitas, termasuk Sekretaris Rektor, Wakil Rektor, Dekan, serta Biro.
Pelatihan yang berlangsung selama 2 hari ini diisi oleh narasumber berpengalaman yaitu Eritza Kartika Dewi dan Dwi Indrijani dengan menggunakan metode ceramah, diskusi kelompok, studi kasus, dan praktik langsung. Pelatihan berlangsung dengan meriah oleh interaksi antara pengajar dan para peserta. Pelatihan ini juga mencakup berbagai unit kompetensi penting, mulai dari menyiapkan dokumen bisnis, membuat laporan tertulis, hingga mengatur perjalanan dinas dan mencatat notulen rapat. Kompetensi ini akan diujikan untuk memastikan peserta siap menghadapi tantangan pekerjaan dengan standar profesional yang tinggi.
Prof. Ir. Mochamad Arief Budihardjo, S.T., M.Eng.Sc, Env.Eng, Ph.D., IPM., ASEAN Eng. selaku Kepala BPSDM Undip, dalam sambutannya saat membuka acara ini menekankan pentingnya peran sekretaris sebagai mitra strategis bagi pemimpin. “Sekretaris bukan hanya sebagai pembantu administratif, tetapi juga sebagai mitra kerja yang berperan dalam efisiensi dan efektivitas kerja pimpinan. Kompetensi seorang sekretaris dapat mencerminkan citra pimpinan, sehingga dampaknya bagi organisasi sangat signifikan,” tuturnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 15 tenaga kependidikan yang memiliki peran sekretaris atau kesekretariatan di fakultas dan unit kerja di lingkungan Undip. Diharapkan usai mengikuti pelatihan dan ujian kompetensi ini, para peserta dapat menjalankan tugas dengan lebih profesional sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi kompetensi ini juga diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja, tetapi juga kepercayaan diri dan inisiatif para sekretaris.
Lintang, Sekretaris Wakil Rektor bidang Sumberdaya, selaku salah satu peserta pelatihan, menyampaikan kesannya, “Pelatihannya sudah baik, tapi materinya terasa sangat padat. Semoga kedepannya lebih banyak praktik dan contoh yang lebih relevan.”
Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam mengantisipasi tuntutan zaman yang semakin kompleks terhadap seorang sekretaris, terutama yang bekerja langsung dengan pimpinan. Diharapkan dengan sertifikasi ini, sekretaris di lingkungan Universitas Diponegoro dapat berkontribusi dalam menciptakan citra positif universitas serta mendukung tercapainya tujuan-tujuan pimpinan secara lebih optimal.
oleh admin_bpsdm | Sep 5, 2024 | Pelatihan
Dua Dosen Universitas Diponegoro (Undip) berhasil lolos seleksi menjadi peserta dalam Program Talent Scouting 2024 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya, Ditjen Diktiristek, Kemendikbudristek pada tanggal 2 hingga 4 September 2024. Pelatihan yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini bertujuan untuk membantu dosen dan tenaga kependidikan (tendik) dalam mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi pascasarjana ke luar negeri, serta meningkatkan kualitas proposal penelitian, motivation letter, kemampuan komunikasi, dan kesadaran tentang etika penelitian serta publikasi ilmiah. Pelatihan ini diikuti dengan total 303 peserta, yang terdiri dari 289 dosen dan 14 tendik, termasuk dua dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, yaitu Alfi Fairuz Asna, S.Gz., M.P.H., dan Naintina Lisnawati, S.K.M., M.Gizi.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi dari para profesor dan pakar di bidangnya. Topik-topik yang dibahas meliputi etika penelitian dan publikasi ilmiah, berpikir kritis dan generasi ide, pembuatan proposal penelitian autentik, manajemen stres untuk kinerja puncak, keterampilan referensi dan kutipan, serta integritas akademik, keterampilan komunikasi interpersonal, dan penulisan motivation letter. Program ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengikuti Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) secara luring selama 1 hingga 2 hari, yang berfokus pada pembahasan rancangan proposal penelitian dan penulisan motivation letter. Motivation letter adalah salah satu komponen krusial dalam proses seleksi studi lanjut karena akan menunjukkan tujuan akademik, potensi riset, serta relevansi rencana studi dengan program yang dipilih.
Salah satu narasumber yang menjadi sorotan adalah Prof. Hanifa Maher Denny, S.KM., MPH., Ph.D., Dosen Undip yang telah menjadi konsultan Sumber Daya Tenaga Dikti sejak tahun 2014. Dalam kesempatan ini, Prof. Hanifa menyampaikan bahwa program Talent Scouting 2024 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena tidak hanya terbuka bagi dosen, tetapi juga untuk tenaga kependidikan. Beliau menekankan bahwa tendik di era ini harus lebih berani mengikuti program-program pengembangan agar kemajuan universitas dapat diimbangi dengan peningkatan kompetensi baik dari dosen maupun tendik.
Salah satu peserta, Alfi Fairuz Asna, S.Gz., M.P.H., menyampaikan kesannya bahwa Talent Scouting adalah kegiatan yang sangat bermanfaat bagi dosen yang akan melanjutkan studi S3. Menurutnya, banyak materi dan wawasan baru yang diperoleh, mulai dari menemukan ide penelitian, menulis proposal S3, hingga manajemen stres saat menjalani studi doktoral. Ia juga berharap program ini bisa diadakan lebih sering karena masih banyak dosen yang ingin melanjutkan studi S3 tetapi belum memahami persiapan yang dibutuhkan.
Keikutsertaan Dosen Universitas Diponegoro dalam program Talent Scouting 2024 ini membuktikan komitmen kuat untuk mendorong peningkatan kualitas akademik serta profesionalisme dosen Universitas Diponegoro, sejalan dengan visi UNDIP untuk menjadi universitas riset yang unggul dan berdaya saing internasional.
oleh admin_bpsdm | Sep 2, 2024 | Pelatihan
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Universitas Diponegoro kembali mengadakan pelatihan intensif bagi perawat kamar bedah dengan tema “Penatalaksanaan Keperawatan Perioperatif”. Acara ini diselenggarakan dari 28 hingga 30 Agustus 2024 secara online, dan berlanjut dengan sesi offline pada 31 Agustus hingga 1 September 2024 yang dilaksanakan di Hotel Grasia Semarang.
Pelatihan ini dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari para profesional yang ada di bidang kesehatan, termasuk 3 perawat dari Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND). Pelatihan ini berfokus pada pengembangan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam menangani pasien perioperatif. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari para narasumber ahli di bidangnya, termasuk Kuswiandarni, Rasmudjito, Yudiawan, dan beberapa nama terkemuka lainnya seperti Eko Hermanto dan Abdul Hakim.
Pembukaan acara dilakukan oleh Kuswiandarni, yang menekankan pentingnya profesionalisme dalam praktik keperawatan. Beliau menyatakan, “Profesionalisme dalam praktik keperawatan merupakan landasan yang tak terpisahkan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Ini mencakup etika, kompetensi, dan dedikasi yang tinggi dalam merawat dan memperhatikan kebutuhan pasien.”
Peserta pelatihan memberikan respons positif terhadap acara ini. Salah satu peserta menyampaikan, “Kegiatan pelatihan ini menjadi pengalaman berharga yang menambah pengetahuan saya. Ke depan, saya akan menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan pelayanan di rumah sakit, terutama di ruang IBS RSND.”, ungkap Imam Ghozali, selaku salah satu peserta pelatihan pada kegiatan ini.
Harapan besar juga disampaikan oleh peserta lain. “Saya berharap, Undip melalui BPSDM ataupun RSND melalui Diklat dapat terus memfasilitasi kegiatan ini sehingga semua staf perawat yang bertugas di Instalasi Bedah Sentral dapat meningkatkan keilmuan serta keterampilan sebagai bekal untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien”, ungkap Hangger selaku salah satu peserta pelatihan ini.
Pelatihan ini, bertujuan untuk meningkatkan dan menerapkan standar mutu pelayanan serta keselamatan pasien di kamar bedah. Dalam waktu dekat BPSDM akan mengikutsertakan peserta yang merupakan perawat dari RSND dalam pelatihan serupa berikutnya sebagai wujud dukungan bagi peningkatan kompetensi dan layanan medis RSND. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, diharapkan para perawat dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien di RSND.
oleh admin_bpsdm | Sep 1, 2024 | Pelatihan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sukses menyelenggarakan Pelatihan Teknis Governansi Pengelolaan Perguruan Tinggi Angkatan 5 & 6 secara daring pada tanggal 26 hingga 31 Agustus 2024. Pelatihan ini diikuti oleh 116 peserta yang merupakan Ketua Program Studi, Ketua Jurusan, serta jabatan setara di berbagai Perguruan Tinggi Negeri di bawah naungan Kemendikbudristek.
Dalam pembukaan acara, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemendikbudristek memberikan sambutan penting. Beliau menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan kesempatan berharga bagi para pimpinan departemen di Perguruan Tinggi untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan kampus. “Pelatihan ini tidak hanya mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian, tetapi juga berperan penting dalam pengembangan perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta diharapkan mampu mengelola sumber daya dengan efisien, serta menjaga kepatuhan terhadap regulasi dan etika yang tinggi,” ungkapnya.
Universitas Diponegoro mengirimkan empat perwakilan dalam kegiatan ini yang terdiri dari dua peserta di Angkatan 5, yaitu Dr. Aditya Yuli Sulistyawan, S.H., M.H. yang merupakan Wakil Dekan I Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Hukum dan Dr. Zubaidah, S.Kep.Ns., M.Kep., Sp.Kep.An yang merupakan Ketua Prodi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kedokteran. Sedangkan dari Angkatan 6, peserta yang ikut serta adalah Dr. Nurul Fiasfi, S.Sos., M.A. yang merupakan Ketua Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Dr. Aris Sugiharto, S.Si., M.Kom. yang merupakan Ketua Prodi S1 Informatika Fakultas Sains dan Matematika.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para pimpinan perguruan tinggi dengan pengetahuan dan keterampilan dalam tata kelola kampus yang baik. Topik yang dibahas mencakup berbagai aspek seperti kebijakan peningkatan mutu penelitian, profesionalitas ASN, standar nasional penelitian, hingga pengelolaan risiko dalam penelitian.
Usai mengikuti pelatihan ini, Dr. Zubaidah, S.Kep.Ns., M.Kep., Sp.Kep.An selaku salah satu peserta memberikan kesan dan pesan yang positif. “Alhamdulillah, pelatihan ini bermanfaat dan saya berharap ilmu yang didapat bisa diaplikasikan sesuai dengan kondisi di kampus.”
Sementara itu, Dr. Nurul Hasfi, S.Sos., M.A. menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sebagian sudah dipraktikkan di Undip. Akan tetapi, beliau menambahkan, “Kendala utama adalah durasi pelatihan yang terlalu lama, karena kami tetap harus melaksanakan tugas-tugas kampus. Pelatihan daring tidak sepenuhnya memungkinkan kami fokus karena masih ada kewajiban kampus yang harus dikerjakan.”
Melalui Pelatihan Teknis Governansi Pengelolaan Perguruan Tinggi ini, diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh untuk menciptakan tata kelola kampus yang lebih baik guna mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta menciptakan lingkungan akademik berkualitas tinggi di Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia secara umum dan di Universitas Diponegoro secara khusus.