oleh admin_bpsdm | Agu 8, 2024 | Pelatihan
Pelatihan intensif mengenai Sistem Dokumentasi SNI ISO/IEC 17025:2017 sukses dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 6 hingga 8 Agustus 2024, di Kompleks PUSPIPTEK, Gedung 420, Muncul, Tangerang Selatan. Pelatihan ini diikuti oleh 22 peserta dari berbagai institusi, termasuk Hesti Rahayu, S.Si., yang mewakili UPT Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro (Undip).
Acara dibuka oleh Umu Kusnawati, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan standar internasional SNI ISO/IEC 17025:2017, yang mengatur persyaratan kompetensi bagi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Umu menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan kesempatan penting bagi peserta untuk memperdalam keterampilan dalam menyusun dan mengelola struktur dokumentasi, serta memahami proses-proses terkait dengan sistem manajemen mutu laboratorium.
Selama pelatihan, Untari Pudjiastuti sebagai narasumber utama, memberikan bimbingan yang mendalam dan interaktif. Ia menjelaskan berbagai aspek kritis dari sistem dokumentasi SNI ISO/IEC 17025:2017, termasuk cara menyusun dokumen, metode implementasi, serta langkah-langkah pengendalian yang harus diambil untuk memastikan kualitas dan akurasi hasil laboratorium sesuai dengan standar internasional.
Salah satu peserta, Hesti Rahayu, S.Si., dari UPT Laboratorium Terpadu Undip, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelatihan ini. “Pelatihan ini memberikan pemahaman yang sangat mendalam mengenai pentingnya sistem dokumentasi yang baik dalam menjaga standar mutu laboratorium. Materi yang disampaikan sangat komprehensif dan relevan dengan kebutuhan praktis kami. Metode pengajaran yang interaktif membuat kami tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga dapat langsung menerapkan konsep yang diajarkan,” ujar Hesti.
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memastikan bahwa peserta mampu menyusun dan mengimplementasikan dokumentasi sistem manajemen mutu sesuai dengan SNI ISO/IEC 17025:2017. Para peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas manajemen laboratorium di institusi masing-masing, khususnya di UPT Laboratorium Terpadu Undip.
Keberhasilan pelatihan ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kapabilitas laboratorium di Indonesia untuk memenuhi standar internasional. Diharapkan, penerapan SNI ISO/IEC 17025:2017 akan semakin meluas, memperkuat kepercayaan publik terhadap hasil uji laboratorium di Indonesia, serta mendukung pengakuan global terhadap kualitas pengujian dan kalibrasi di tanah air.
oleh admin_bpsdm | Agu 8, 2024 | Pelatihan
Universitas Diponegoro berkomitmen untuk terus meningkatkan keterampilan pegawai di bidang penilaian aset secara profesional. Oleh karena itu, Universitas Diponegoro melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) mengadakan Pelatihan Penilaian Barang Milik Undip (BMU) yang bertempat di Ruang 103 Gedung IUP Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Pelatihan ini penting untuk dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan aset. Sebanyak 23 peserta yang berasal dari berbagai unit dan biro di Universitas Diponegoro mengikuti pelatihan yang dilaksanakan sebanyak dua batch ini. Batch pertama dilaksanakan pada 22-26 Juli 2024 dan batch kedua pada 5-9 Agustus 2024.
Pada hari pertama pelaksanaan, Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt selaku Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya hadir untuk membuka kegiatan pelatihan ini secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya kepada para peserta untuk dapat mengikuti kegiatan pelatihan dengan baik karena merupakan langkah strategi dalam mendukung pengelolaan anggaran di bidang penilaian aset perguruan tinggi. Lebih lanjut, beliau juga menyebut kegiatan ini sebagai sarana bagi para peserta untuk meningkatkan keterampilan.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjasama Universitas Diponegoro dengan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, sehingga pelatihan ini menghadirkan narasumber dari PKN STAN sebagai salah satu instansi terkemuka yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan. Para peserta diberikan materi dan praktik oleh narasumber yang sekaligus praktisi di bidang pengelolaan Barang Milik Negara dengan riwayat tugas di lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan dan saat ini aktif mengajar sebagai dosen Program Studi Manajemen Aset Publik.
Pelatihan Penilaian (BMU) ini mencakup berbagai materi penting, mulai dari Konsep Dasar Penilaian Properti, Teknik Penilaian Tanah dan Bangunan, Teknik Penilaian Kendaraan, Teknik Penilaian Peralatan dan Mesin, Teknik Penilaian Bongkaran, hingga Teknik Penyusunan Laporan Penilaian. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan Praktik Penilaian dan Pemaparan serta Pembahasan Hasil Penilaian. Metode penyampaian materi dalam pelatihan ini meliputi beberapa tahap. Dimulai dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber. Simulasi dan studi kasus digunakan untuk memberikan gambaran nyata tentang situasi penilaian yang kompleks. Praktik lapangan juga dilakukan agar peserta dapat langsung menerapkan teori yang telah dipelajari. Para peserta dilatih untuk terjun langsung dalam praktik penilaian bongkaran barang di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan & gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), inventarisasi kantor di Fakultas Ekonomika dan Bisnis, serta kendaraan dinas Berpelat Umum Khusus (BUK) di Senat Akademik – Majelis Wali Amanat (SA-MWA) Universitas Diponegoro. Selanjutnya, diskusi interaktif diadakan untuk membahas hasil penilaian dan memperdalam pemahaman peserta. Pelatihan ini diakhiri dengan post-test untuk mengevaluasi peningkatan kompetensi peserta, memastikan bahwa setiap peserta mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam tugas sehari-hari mereka di masing-masing unit kerja.
Suryani, S.E., salah satu peserta pelatihan yang berasal dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis menyampaikan kesan positifnya usai mengikuti pelatihan ini. Ia bahkan telah hafal dan menguasai berbagai pendekatan dalam penilaian aset serta menceritakan pengalamannya bekerja di bidang terkait. “(Pelatihan ini) sangat bermanfaat, yang awalnya belum paham betul terkait cara penilaian, melalui pelatihan tersebut Alhamdulillah sekarang lebih paham bagaimana cara menilai BMU. Ada tiga pendekatan penilaian; pendekatan pasar, pendekatan pendapatan, dan pendekatan biaya. Alhamdulillah yang pernah kami lakukan dalam menilai BMU untuk pemindahtanganan sudah benar dengan pendekatan biaya, tetapi caranya yang kurang tepat saat perhitungan, walau perbedaan hasilnya tidak begitu jauh” ujarnya.
Diadakannya pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam penilaian barang milik Undip, terutama dalam melakukan perbaruan nilai barang dalam laporan barang dan laporan keuangan. Peserta juga diberikan materi tentang penilaian barang yang akan dihapuskan agar dapat memenuhi persyaratan penghapusan barang. Dengan pelatihan ini, diharapkan para pegawai dapat lebih kompeten dalam menjalankan tugas di unit kerja masing-masing, sehingga pengelolaan (BMU) menjadi lebih efektif, efisien, dan akuntabel, serta mampu mendukung tujuan utama pelatihan penilaian barang, yaitu memastikan integritas dan transparansi dalam pengelolaan aset perguruan tinggi.