Tingkatkan Daya Saing Global Dosen, Undip Gelar Pelatihan IELTS Batch I Tahun 2026
Universitas Diponegoro melalui Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) menyelenggarakan Pelatihan IELTS Batch I bagi Dosen Universitas Diponegoro Tahun 2026 sebagai upaya peningkatan kompetensi bahasa Inggris dosen dalam mendukung visi Undip sebagai World Class University. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sindoro, Direktorat SDM Undip, Gedung SA–MWA Lantai 2, Kampus Undip Tembalang.

Pelatihan diikuti oleh 20 dosen dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Diponegoro yang telah memenuhi kriteria seleksi. Program ini berlangsung dalam 18 sesi pertemuan, dimulai pada Selasa, 28 April 2026 hingga Kamis, 25 Juni 2026, setiap pukul 09.00–11.00 WIB.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Sumber Daya Manusia Universitas Diponegoro, Prof. Ir. Mochamad Arief Budihardjo, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan sarana strategis untuk mempersiapkan dosen melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya pada universitas-universitas terbaik dunia, yang nantinya akan menjadi kebanggaan bagi Universitas Diponegoro.
Beliau juga berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal dengan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara penuh. Selain itu, peserta diharapkan bersedia membagikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh kepada rekan dosen lainnya, sehingga semakin banyak civitas akademika Undip yang mampu meraih hasil IELTS terbaik dan siap berkompetisi di tingkat internasional.

Materi pelatihan disampaikan oleh Muhammad Hamdan Mukafi, S.S., M.A., dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro yang berpengalaman dalam IELTS. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran intensif yang mencakup penguatan kemampuan listening, reading, writing, dan speaking, disertai latihan soal serta strategi menghadapi tes IELTS secara efektif.
Pelaksanaan program dirancang dengan komitmen tinggi. Seluruh peserta diwajibkan menandatangani surat pernyataan kesediaan mengikuti kegiatan secara penuh. Kehadiran menjadi syarat utama untuk memperoleh sertifikat, dan peserta yang tidak hadir tanpa alasan sah bersedia menerima konsekuensi administratif berupa pengembalian biaya kontribusi pelatihan.

Meski dilaksanakan secara serius dan terstruktur, suasana pelatihan berlangsung interaktif dan kondusif, dengan pendekatan pembelajaran yang santai namun tetap fokus pada peningkatan kompetensi. Peserta juga diberikan kesempatan praktik langsung dan simulasi tes guna membantu mencapai skor IELTS yang optimal.
Melalui program ini, Universitas Diponegoro berharap semakin banyak dosen yang memiliki kompetensi bahasa Inggris unggul, siap melanjutkan studi ke luar negeri, memperluas jejaring internasional, serta membawa kontribusi positif bagi peningkatan reputasi Undip di tingkat global.

(Media DSDM)