BPSDM Universitas Diponegoro Gandeng PKN STAN untuk Tingkatkan Kompetensi Pegawai melalui Pelatihan Pengelolaan Barang Milik Undip

Pengelolaan barang merupakan salah satu aspek penting untuk menunjang efisiensi dan akurasi manajemen aset pada perguruan tinggi. Menyadari urgensi tersebut, Universitas Diponegoro melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) mengadakan Pelatihan Pengelolaan Barang Milik Undip (BMU) yang bertempat di Ruang 102 Gedung IUP Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Pelatihan ini terdiri dari dua batch, yaitu batch ke-1 yang dilaksanakan pada 22-26 Juli 2024 dan batch ke-2 pada 5-9 Agustus 2024. 

Pelatihan yang berfokus pada manajemen dan inventarisasi aset ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Universitas Diponegoro, Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt., untuk memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan pelatihan secara resmi. Dalam sambutannya, Pak Warsito menyebut bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pengelolaan anggaran, khususnya dalam pengadaan maupun penghapusan aset. Beliau juga menyampaikan harapannya kepada para peserta agar memanfaatkan kesempatan ini sebagai wadah untuk meningkatkan keterampilan. “Saya berharap agar peserta pelatihan ini tidak melewatkan kesempatan strategis ini untuk update kemampuan dan keterampilan. Bahkan, kalau memungkinkan dapat diselenggarakan secara hybrid sehingga saya dengan jadwal yang padat tetap dapat mengikuti” ujarnya lebih lanjut.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber yang merupakan dosen Program Studi Manajemen Aset Publik, Politeknik Keuangan Negara STAN. Beliau juga seorang praktisi di bidang pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang pernah bertugas di lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan. Para peserta yang berjumlah 22 orang pada setiap batch-nya ini merupakan pengelola barang milik UNDIP dan pegawai bertugas dalam lingkup pengelolaan aset.

Pelatihan Pengelolaan Barang Milik Undip (BMU) dimulai dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta terkait materi pengelolaan aset. Adapun materi yang disampaikan dalam pelatihan ini di antaranya adalah perencanaan, penggunaan, pengadaan, penatausahaan, pemeliharaan, pemusnahan, dan pengawasan barang. Selain itu, peserta juga diberikan materi tentang akuntansi aset tetap dan persediaan. Materi tersebut dikemas dalam bentuk pemaparan, studi kasus, dan diskusi interaktif. Setelah serangkaian sesi pelatihan yang intensif, kegiatan ditutup dengan post-test untuk menilai peningkatan kompetensi dan pemahaman peserta.

Salah satu peserta pelatihan, Ardi Purnama, S.Ak yang berasal dari Biro Umum dan Keuangan merasa terbantu untuk mengingat kembali pengetahuan tentang pengelolaan aset yang baik melalui pelatihan ini. “Luar biasa. Meskipun BMU dan BMN itu sedikit berbeda, namun masih (terdapat) banyak kesamaan. Sehingga pelatihan ini bagi saya (dapat) me-refresh kembali tentang pengelolaan BMU yang baik”. 

Pelatihan Pengelolaan BMU ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama Universitas Diponegoro dengan PKN STAN yang merupakan institusi terkemuka di bawah naungan Kementerian Keuangan yang unggul dalam bidang keuangan dan pengelolaan aset. Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu menerapkan siklus pengelolaan Barang Milik Undip secara lebih efektif, efisien, akuntabel, dan transparan mulai dari perencanaan pengadaan, pengelolaan, hingga penghapusan barang. Selanjutnya, kolaborasi antara Universitas Diponegoro dengan PKN STAN ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pegawai dalam mengelola aset guna mendukung terciptanya tata kelola yang lebih baik dan berkelanjutan.

Tingkatkan Profesionalisme dan Integritas, Universitas Diponegoro Gelar Diklatsar untuk 193 Calon PTU Non ASN

Penyelenggaraan pendidikan membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal untuk menunjang kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat berkembang.

Hal itu diungkapkan oleh Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt., Wakil Rektor II Universitas Diponegoro yang mengelola bidang Sumber Daya, saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) bagi Calon Pegawai Tetap Undip Non ASN (Calon PTU Non ASN) di Lorin Hotel Solo, Selasa (23/7/2024). Tercatat ada 195 Calon PTU Non ASN yang akan mengikuti kegiatan ini, yang dibagi menjadi dua angkatan untuk menjaga efektivitas dan kelancaran pelatihan.

“Diklatsar ini diselenggarakan untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi, nasionalisme dan kebangsaan, serta karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat profesionalisme dan kompetensi bidang para Calon PTU Non ASN dalam masa percobaan yang memenuhi persyaratan,” ujar Dr. Warsito.

Meski ada dua peserta yang sudah menerima surat keputusan pengangkatan sebagai Calon ASN dan tidak mengikuti Diklatsar, kegiatan ini tetap berjalan dengan total 193 peserta. Angkatan 8 terdiri dari 98 peserta dan Angkatan 9 terdiri dari 97 peserta, yang masing-masing mengikuti pelatihan selama empat hari kerja.

“Diklatsar ini terdiri dari berbagai materi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis dan konseptual para peserta,” tambah Dr. Warsito. Materi yang disampaikan antara lain Sikap Perilaku Loyal Terhadap Universitas Diponegoro, Nilai-nilai Dasar PTU Non ASN, Strategi Layanan Akademik dan Kemahasiswaan, Motivasi Kerja, Manajemen Diri dan Toleransi, serta Etika dan Integritas dalam Pelayanan.

Materi tersebut disampaikan oleh narasumber hebat dan berpengalaman seperti Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., Rektor Undip, Prof. Dr.rer.nat. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., Wakil Rektor I Undip, dan Prof. Dr. Ir. Purwanto, DEA, Ketua BPP Undip, serta lainnya.

Selain narasumber kompeten, pelatihan ini juga memiliki daya tarik lain yaitu keterlibatan dua mahasiswa asing dalam penyelenggaraan acaranya. Partisipasi dua mahasiswa dari Timur Tengah dalam pelatihan ini memperkaya suasana dengan sentuhan internasional dan semangat kolaboratif yang lebih mendalam.

Dr. Warsito juga menekankan pentingnya peserta untuk mematuhi semua peraturan yang telah ditetapkan selama Diklatsar dan menjaga nama baik diri serta Universitas Diponegoro. “Segala kegiatan dan penugasan yang diberikan dalam rangkaian Diklatsar harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Selama Diklatsar, para peserta akan dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas A dan kelas B, dengan kelompok belajar yang terdiri dari 8 hingga 9 peserta per kelompok. Setelah pelaksanaan Diklatsar, peserta diwajibkan menyusun Rancangan Proyek Perubahan dengan mentor di unit kerja masing-masing, mengimplementasikannya, dan kemudian diujikan sebagai salah satu syarat kelulusan Diklatsar.

“Semoga para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mendukung pencapaian visi serta misi Universitas Diponegoro,” harap Dr. Warsito.

Universitas Diponegoro Bekali Dosen Pendamping Kewirausahaan dengan Pelatihan Bersertifikasi

Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi dosen di bidang kewirausahaan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Diponegoro menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi dengan tema “Pendamping Kewirausahaan” yang diikuti oleh 14 dosen yang berasal dari Fakultas Ilmu Budaya & Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Diponegoro. Pelatihan yang diselenggarakan dari 23 hingga 26 Juli 2024 bertujuan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan dosen, sehingga mereka tidak hanya berperan sebagai pengajar dan peneliti, tetapi juga sebagai inovator yang mampu menciptakan peluang wirausaha di bidang masing-masing.

BPSDM Universitas Diponegoro bekerja sama dengan provider pelatihan Bestari Jaya untuk menghadirkan seorang narasumber inspiratif, yaitu Ibu Fatika Andraini, S.H., M.Kn. Beliau merupakan seorang akademisi, asesor kompetensi, dan praktisi bisnis yang memiliki pengalaman sebagai pengawas koperasi simpan pinjam, pengurus Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop), Pembina Gerakan Kewirausahaan Jawa Tengah, pendamping tenant & UMKM, dan lain sebagainya.

Materi yang disampaikan pada pelatihan ini meliputi unsur-unsur pendukung dalam kewirausahaan, ragam usaha berbasis ilmu, peran pengusaha sebagai innovator & planner, teknik mengembangkan inovasi & kreativitas, menciptakan peluang bisnis, langkah sukses menjadi seorang pengusaha, tahapan kewirausahaan, dan bagaimana cara untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Selain itu, disampaikan juga mengenai Ekosistem Kewirausahaan yang termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024. Dalam penyampaian materinya, Ibu Fatika juga menekankan pentingnya memiliki jiwa kewirausahaan bagi para akademisi, khususnya dalam menghadapi tantangan global dan meningkatkan daya saing institusi.

Selain mendengarkan materi, para peserta pelatihan diberikan bimbingan tentang perancangan program pendampingan terhadap wirausaha dan faktor keberhasilan pendampingan. Dalam mengembangkan suatu bisnis, seorang Pendamping Kewirausahaan biasanya memiliki kemampuan dalam akses pembiayaan, mengurus perizinan, akses pemasaran serta membantu tim kerja di perusahaan milik pelaku usaha.  Hal yang tidak kalah penting adalah faktor perizinan atau legalitas usaha untuk mendukung operasional & aspek yuridis. Peserta juga dibimbing secara langsung untuk melakukan studi kelayakan bisnis yang meliputi tujuan, aspek, dan tahapan dalam mengembangkan bisnis, serta tips & trick dalam membuat Business Plan yang baik dan menarik.

Sebagai salah satu aspek penting dalam memulai suatu bisnis, Ibu Fatika menjelaskan pentingnya company profile yang berperan dalam memperkenalkan usaha secara lebih luas. Untuk itu, pendamping kewirausahaan dituntut untuk mampu menjalankan pendampingan dalam hal pembuatan profil usahanya, baik secara daring melalui berbagai aplikasi maupun secara luring dalam bentuk fisik. Peserta pelatihan terlihat sangat antusias melakukan diskusi interaktif dan diskusi dua arah sehingga menciptakan suasana kelas yang lebih hidup.

Melalui dilaksanakannya pelatihan Pendampingan Kewirausahaan ini, diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran universitas dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan, menciptakan budaya kewirausahaan yang kuat di lingkungan akademik, mendorong kolaborasi antara dunia akademik dan industri, serta meningkatkan kontribusi universitas dalam pembangunan ekonomi nasional.

Menuju Transformasi Digital, BPSDM Undip Genjot Penguasaan Microsoft Office dan Google Workspace Tenaga Kependidikan

Seiring perkembangan zaman, penguasaan terhadap teknologi komputer merupakan keterampilan yang sangat diperlukan dalam dunia kerja. Menghadapi tantangan tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Diponegoro kembali menyelenggarakan pelatihan Microsoft Office dan Google Workspace yang bertempat di Ruang EL302, Laboratorium Komputer Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Sebelumnya, BPSDM telah menyelenggarakan pelatihan serupa sebanyak 5 batch pada semester I tahun 2024 ini, kemudian dilanjutkan dengan batch 6 yang diselenggarakan pada tanggal 2 hingga 9 Juli 2024. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan pegawai dari berbagai unit kerja, fakultas, maupun sekolah yang ada di Universitas Diponegoro.

Prof. Mochamad Arief Budihardjo, S.T., M.Eng.Sc, Ph.D, IPM., ASEAN Eng. selaku Kepala BPSDM Undip berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan ini dengan maksimal, dan kemudian mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dengan baik di unit masing-masing. Pada pelatihan ini, aplikasi Microsoft Office yang diajarkan berfokus pada penguasaan fitur Microsoft Word. Para peserta diajarkan berbagai tools dalam Microsoft Word, seperti heading, spacing, pengaturan lembar kerja, formatting serta berbagai fitur lainnya. Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas dalam bekerja, para peserta juga diajarkan penggunaan Google Workspace yang memungkinkan terciptanya kolaborasi tim dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Prof Arief menyampaikan bahwa penguasaan Google Workspace akan dapat memicu perubahan positif pada budaya kerja menuju lingkungan kerja yang kolaboratif dan lebih produktif,

Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, yang mencakup pengenalan dasar hingga penggunaan fitur-fitur lanjutan yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk menggali lebih dalam tentang materi yang telah disampaikan. “Dengan keterampilan baru yang diperoleh dari pelatihan ini, saya berharap dapat bekerja lebih efisien dan produktif, serta siap menghadapi tantangan di era digital ini”, kata Endang, salah satu peserta pelatihan ini.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi para pegawai secara individu tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan. BPSDM berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan keterampilan digital pegawainya demi mencapai visi yang terdepan dalam transformasi digital di Indonesia.

Peningkatan Keahlian Proses Data melalui Pelatihan Microsoft Excel Advanced

Pelatihan Microsoft Excel Advanced kembali diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) untuk membekali pegawai Universitas Diponegoro (Undip) dengan keterampilan analisis data yang mumpuni. Setelah menyelenggarakan pelatihan Microsoft Excel Advanced pada Semester I tahun 2024 lalu, pada awal semester II tahun 2024 ini BPSDM kembali menyelenggarakan 3 batch pelatihan Microsoft Excel Advanced, dimulai dengan batch ke- 4 pada tanggal 2 sampai dengan 9 Juli 2024 bertempat di Laboratorium Komputer lantai 3 Fakultas Ekonomika dan Bisnis. 

Microsoft Excel menjadi salah satu perangkat lunak perkantoran yang paling banyak digunakan dengan fungsinya yang tak hanya sebatas penghitungan dasar. Pelatihan Microsoft Excel Advanced menawarkan peningkatan kemampuan bagi pegawai untuk mengolah data yang kompleks dan menghasilkan analisis yang lebih mendalam. Pelatihan ini membekali peserta dengan beragam keterampilan, di antaranya penguasaan rumus dan fungsi excel tingkat mahir untuk mengolah data secara efisien dan menemukan solusi yang tepat. Selain itu peserta juga dilatih untuk melakukan analisis data mendalam dengan fitur PivotTable, PivotChart, dan Power Pivot untuk serta membuat visualisasi yang informatif. 

Kepala BPSDM Undip, Prof. Mochamad Arief Budihardjo, S.T., M.Eng.Sc, Ph.D, IPM., ASEAN Eng. menyatakan pentingnya penguasaan pengolahan data bagi tenaga kependidikan Universitas Diponegoro. “Penguasaan fitur otomasi yang dimiliki MS-Excel seperti macro dan VBA, dapat menghemat waktu penyelesaian pekerjaan terutama untuk menyelesaikan tugas-tugas yang berulang” kata Prof Arief.

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Pengembangan Kompetensi Pegawai Universitas Diponegoro Tahun 2025-2029

Pada Hari Senin, 1 Juli 2024, Universitas Diponegoro (Undip) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) telah menyelenggarakan bimbingan teknis bagi 192 Ketua Training Need Analysis (TNA) di lingkungan Universitas Diponegoro. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para ketua TNA dalam merencanakan pengembangan kompetensi pegawai guna mewujudkan ASN yang berkualitas, berkompetensi unggul, berperilaku baik, berkinerja optimal dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Sumberdaya Undip, Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt. Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Sumberdaya menegaskan bahwa perencanaan pengembangan kompetensi merupakan hak dan kewajiban bagi seluruh pegawai Undip. Langkah-langkah strategis pengembangan kompetensi pegawai harus segera direncanakan dan disusun untuk mendukung RENSTRA Universitas Diponegoro.

Kegiatan dengan judul “Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Pengembangan Kompetensi Pegawai Universitas Diponegoro Tahun 2025-2029” ini dilaksanakan di Ruang Teater Gedung C Lantai 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Undip secara hybrid dengan menghadirkan narasumber Bapak Fatah Yasin, S.Kom., M.T.I., Analis SDM Aparatur Ahli pada Biro SDM Kemdikbudristek.

Dalam penjelasannya, Bapak Fatah Yasin, S.Kom., M.T.I. menyampaikan pentingnya setiap pegawai untuk merancang rencana pengembangan selama lima tahun ke depan. Pengembangan kompetensi ASN di Kemendikbudristek harus dilakukan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan guna mendukung organisasi pembelajar. Hal ini penting untuk mengatasi isu-isu strategis seperti rendahnya kualitas dan kinerja ASN, serta ketidakseimbangan kompetensi PNS antar wilayah yang masih signifikan. Oleh karena itu, Kemendikbudristek merumuskan strategi pengembangan kompetensi ASN dengan prinsip 70:20:10, yang menekankan pengalaman langsung (70%), pembelajaran dari orang lain (20%), dan pelatihan formal (10%).