Universitas Diponegoro melalui Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) menyelenggarakan Sosialisasi Kebijakan dan Strategi Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Tahun 2026 pada Kamis, 23 April 2026, bertempat di Ruang Teater Gedung Art Center Universitas Diponegoro. Kegiatan ini diikuti oleh para manajer, supervisor, dan operator dari berbagai unit kerja di lingkungan Undip yang membidangi kemahasiswaan dan alumni.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan pemahaman seluruh pengelola layanan kemahasiswaan dan alumni terhadap arah kebijakan dan strategi yang akan dijalankan pada tahun 2026. Dengan adanya keselarasan pemahaman, diharapkan implementasi program dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berdampak nyata bagi mahasiswa maupun lulusan Universitas Diponegoro.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum, dan Organisasi, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran seluruh elemen kampus dalam mendukung kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja. Ia menyampaikan bahwa upaya untuk meningkatkan daya saing lulusan harus dilakukan sejak dini, bahkan diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pekerjaan sebelum lulus. Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya penguatan sistem pendataan alumni sebagai bagian dari pengembangan institusi. “Alumni memiliki peran strategis dalam perkembangan universitas. Ke depan, tidak hanya tracer study, tetapi juga perlu dikembangkan tracer alumni sebagai pusat data yang komprehensif,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas bidang di Undip yang diharapkan mampu mendorong kemajuan institusi secara berkelanjutan.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian pemaparan materi yang komprehensif dari para narasumber. Sesi pertama membahas kebijakan strategis kemahasiswaan yang disampaikan oleh Edy Surahmad, S.Pd., M.Si., yang menguraikan arah pengembangan layanan kemahasiswaan secara umum. Selanjutnya, Dr. Ir. Abdul Syakur, S.T., M.T., IPU. memaparkan materi terkait kesejahteraan mahasiswa serta pengembangan minat, penalaran, dan informasi kemahasiswaan.
Pada sesi berikutnya, Annastasia Ediati, Ph.D. menjelaskan pengelolaan layanan khusus, termasuk layanan bagi mahasiswa disabilitas, layanan konsultasi, serta penguatan etika mahasiswa. Materi kemudian dilanjutkan oleh Dr. Nuswantoro Dwiwarno, S.H., M.H. yang membahas strategi pembinaan prestasi, minat, bakat, dan kegiatan organisasi mahasiswa. Sebagai penutup, Lala Irviana, Ph.D. menyampaikan materi mengenai persiapan karier dan peningkatan daya saing lulusan dalam menghadapi dunia kerja.
Kegiatan berlangsung interaktif dari pagi hingga sore hari, dengan antusiasme peserta dalam mengikuti setiap sesi dan berdiskusi terkait implementasi kebijakan di masing-masing unit kerja. Melalui sosialisasi ini, Universitas Diponegoro berharap seluruh pengelola layanan kemahasiswaan dan alumni dapat memiliki pemahaman yang selaras serta mampu mengimplementasikan strategi yang telah dirumuskan guna mendukung terciptanya lulusan yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.
Universitas Diponegoro melalui Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Cendrawasih (UNCEN) pada Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Ruang Sindoro–Sumbing, Direktorat Sumber Daya Manusia, Gedung SA–MWA Lantai 2. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengelolaan sumber daya manusia dan pengembangan karier akademik dosen.
Delegasi Universitas Cendrawasih yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari Auliyani, S.H., M.H.; Kristin M.V. Mandenas, S.E.; serta Nita O. Manullang, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, dari Universitas Diponegoro hadir jajaran pimpinan Direktorat Sumber Daya Manusia, yang meliputi Direktur, Wakil Direktur, para Manajer, Supervisor, serta staf terkait di lingkungan DSDM.
Kegiatan benchmarking ini dilaksanakan dalam rangka mendiskusikan berbagai aspek strategis pengelolaan karier akademik dosen dan publikasi ilmiah. Delegasi UNCEN menggali informasi mengenai strategi penerbitan karya ilmiah pada jurnal bereputasi yang sesuai dengan bidang keilmuan, serta mempelajari ciri-ciri jurnal yang masuk dalam daftar blacklist atau berpotensi dihentikan status reputasinya. Selain itu, diskusi juga mencakup praktik terbaik dalam pengelolaan karier akademik dosen, khususnya terkait proses kenaikan jabatan akademik dan pengembangan kompetensi dosen secara berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan pemaparan oleh Direktur Sumber Daya Manusia Universitas Diponegoro mengenai gambaran umum sistem pengelolaan kepegawaian, pengembangan karier dosen, serta berbagai kebijakan dan strategi yang telah diterapkan di Undip. Pemaparan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai upaya Undip dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam mendorong produktivitas publikasi ilmiah dan pengembangan karier akademik dosen.
Selanjutnya, sesi diskusi berlangsung interaktif, di mana delegasi Universitas Cendrawasih mengajukan berbagai pertanyaan dan berdiskusi secara langsung dengan tim DSDM Undip, terutama terkait mekanisme kenaikan jabatan akademik dosen dan strategi institusi dalam menjaga kualitas publikasi ilmiah. Diskusi ini menjadi sarana pertukaran pengalaman dan praktik terbaik yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi.
Melalui kegiatan benchmarking ini, Universitas Diponegoro dan Universitas Cendrawasih memperkuat komitmen untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan sumber daya manusia, khususnya dalam mendukung pengembangan karier akademik dosen secara profesional dan berkelanjutan. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mempererat kerja sama antar perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. (Media DSDM)
Semarang, 9 Juli 2025 – Universitas Diponegoro melalui Direktorat Sumber Daya Manusia bekerjasama dengan PT Taspen (Persero) dan Bank Mandiri Taspen menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Layanan Ketaspenan dan Pembekalan Wirausaha bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Universitas Diponegoro yang akan memasuki masa purna tugas pada tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Teater Gedung C Lantai 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan diikuti oleh 97 peserta yang terdiri dari pegawai ASN serta perwakilan bagian sumber daya dari fakultas dan sekolah di lingkungan Undip.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum, dan Organisasi, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Universitas Diponegoro dengan PT Taspen (Persero) dan Bank Mandiri Taspen. Ia menekankan pentingnya pemahaman mengenai ketaspenan agar proses pensiun dapat dijalani dengan lancar, tanpa kebingungan administratif.
“Purna tugas bukan akhir dari kontribusi, justru bisa menjadi awal untuk kegiatan positif lainnya. Kita semua berharap para ASN tetap sehat, tetap berkumpul, dan tetap menjalin silaturahmi setelah masa aktif berakhir,” ujar Prof. Adian.
Turut memberikan sambutan dalam kegiatan ini Branch Manager PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Semarang, Bapak Toni Eko Sucahyo, yang menekankan pentingnya kesiapan menghadapi masa pensiun, termasuk dalam menjaga produktivitas serta kehati-hatian terhadap informasi yang tidak benar terkait dana pensiun. Beliau juga mengingatkan agar para calon pensiunan senantiasa waspada terhadap hoaks atau penipuan yang mengatasnamakan Taspen. “Pastikan segala informasi berasal dari sumber resmi, dan jangan mudah percaya terhadap oknum yang mengatasnamakan Taspen,” tegasnya.
Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat ucapan terima kasih dari PT Taspen (Persero) dan Bank Mandiri Taspen kepada Universitas Diponegoro sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi dan dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Selain itu, dilakukan pula penyerahan simbolis buku tabungan Mandiri Taspen kepada perwakilan peserta, sebagai simbol dimulainya tahapan administrasi pensiun yang lebih tertata dan mudah diakses.
Sesi materi utama disampaikan oleh perwakilan dari PT Taspen (Persero), yang memaparkan berbagai layanan ketaspenan seperti Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kematian (JKM), Program Pensiun, dan Taspen Dwiguna Sejahtera. Narasumber juga memberikan panduan teknis dalam proses klaim asuransi kematian dan menjelaskan bahwa proses pembukaan rekening Taspen kini semakin mudah dan tidak rumit.
Menambah kebermanfaatan kegiatan, hadir pula perwakilan dari Bank Mandiri Taspen yang memberikan informasi mengenai fasilitas perbankan khusus pensiunan, produk wirausaha, serta layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan peserta setelah purna tugas.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Salah satu peserta sempat menanyakan tentang pembukaan rekening Taspen di luar kota. Menanggapi hal tersebut, perwakilan Taspen menjelaskan bahwa pembukaan rekening dapat dilakukan di Semarang, sementara kartu ATM tetap bisa diambil dan digunakan di kota asal seperti Magelang.
Melalui kegiatan ini, Direktorat SDM Universitas Diponegoro berharap para ASN yang akan purna tugas memiliki pemahaman yang baik mengenai hak dan kewajiban mereka, serta terinspirasi untuk tetap produktif dan berdaya guna setelah masa pengabdian berakhir. (Media DSDM)
Semarang, 8 Juli 2025 – Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Penyusunan PDD-UKTPT Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2025 di Ruang Sidang BAK, Gedung SA-MWA Kampus Tembalang. Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen Universitas Diponegoro yang telah memenuhi kriteria sebagai peserta eligible untuk mengikuti Sertifikasi Dosen tahun 2025 gelombang 1 jalur reguler dan mandiri.
Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Moh. Djaeni, S.T., M.Eng. selaku Wakil Direktur Evaluasi dan Pengembangan Karier yang dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat melalui proses sertifikasi dengan lancar, serta menekankan pentingnya integritas dan orisinalitas dalam penyusunan portofolio digital dosen (PDD-UKTPT).
Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Prof. Ir. Vitus Dwi Yunianto Budi Ismadi, M.S., M.Sc., Ph.D., IPU. yang merupakan Ketua Panitia Sertifikasi Dosen Universitas Diponegoro. Beliau menegaskan bahwa dosen wajib menyusun dokumen portofolio secara mandiri tanpa bantuan dari mahasiswa atau staf administrasi. “Portofolio adalah cermin profesionalisme. Jika ditemukan indikasi perjokian atau plagiarisme, maka peserta akan dikenakan sanksi hingga larangan mengikuti sertifikasi selama dua tahun,” ujarnya.
Prof. Vitus juga menjelaskan pentingnya penggunaan pendekatan STAR (Situation, Task, Action, Result) dalam penyusunan narasi kegiatan. Narasi wajib ditulis dengan jumlah kata yang sesuai (250 – 300 kata), dan dokumen harus diunggah melalui SISTER sesuai ketentuan. “Nilai minimal kelulusan adalah 4.3, dan peserta yang mendapat nilai F akan dikenakan pembinaan,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung kondusif dan partisipatif, diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab seputar teknis unggah dokumen, evaluasi portofolio, serta penguatan etika akademik dalam proses sertifikasi. Salah satu peserta menanyakan, “Kemarin saya sudah mengunggah artikel untuk serdos, apakah untuk mission statement artikelnya boleh diganti?” Prof. Vitus menjelaskan bahwa hal tersebut diperbolehkan, asalkan artikel yang baru tetap tercantum dan konsisten di SISTER, SINTA, Scopus, dan CV serta wajib diperiksa kembali keterpaduan dan keselarasan antar sistem” jelasnya.
Prof. Djaeni juga memberikan arahan tambahan terkait isi video pembelajaran. Menurutnya, video boleh menggunakan musik atau gambar, namun harus dipastikan tidak melanggar hak cipta. “Jangan mengambil materi dari YouTube karena bisa jadi mengandung konten berhak cipta,” ujarnya. Beliau juga mengingatkan agar dosen tidak menyusun narasi yang monoton. “Jangan hanya mengatakan ‘Saya dosen Teknik Geologi sudah mengajar selama 10 tahun.’ Gunakan kalimat yang lebih komunikatif dan menarik,” tambahnya.
Direktorat SDM berharap pendampingan ini menjadi langkah awal yang kuat untuk memastikan seluruh dosen peserta mampu melalui proses sertifikasi dengan hasil optimal, jujur, dan profesional. (Media DSDM)
Semarang, 4 Juli 2025 – Universitas Diponegoro melalui Direktorat Sumber Daya Manusia menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Asesor Penilaian Angka Kredit dalam Pengajuan Jabatan Pertama Dosen di Ruang Sidang Senat Akademik, Kampus Tembalang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran para asesor dalam mendampingi dosen-dosen muda dalam proses pengajuan jabatan fungsional pertama secara tepat dan akurat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi universitas untuk mempercepat dan mempermudah proses pengajuan jabatan akademik pertama, khususnya bagi dosen baru, sesuai dengan ketentuan terbaru dalam Kepmendiktisaintek Nomor 63/M/KEP/2025.
Wakil Rektor III Undip, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara asesor dan dosen muda. “Peran asesor sangat krusial, bukan hanya sebagai penilai, tetapi juga sebagai pendamping akademik yang mendorong percepatan karier dosen,” ujarnya.
Prof. Dr. Moh. Djaeni, S.T., M.Eng., yang hadir sebagai narasumber, memaparkan teknis penilaian angka kredit, termasuk pemahaman terhadap syarat minimal seperti publikasi karya ilmiah pada jurnal SINTA 6 serta kelengkapan dokumen administrasi. Beliau juga menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas dalam menilai dan memberi arahan, serta memastikan bahwa publikasi dosen bimbingan tidak terbit di jurnal predator.
Sesi diskusi berlangsung aktif dan konstruktif, membahas berbagai studi kasus serta tantangan yang kerap ditemui para asesor saat mendampingi dosen junior. Salah satu topik yang dibahas adalah fleksibilitas dalam struktur kepenulisan. “Asalkan penulis pertama adalah dosen yang bersangkutan, tidak masalah bila korespondennya berbeda,” jelas Prof. Djaeni.
Melalui kegiatan ini, Direktorat SDM Undip berharap para asesor semakin memahami peran strategisnya dalam menciptakan ekosistem akademik yang mendukung, kredibel, dan berintegritas, khususnya dalam mendorong percepatan jabatan akademik pertama bagi dosen baru di lingkungan Universitas Diponegoro.
Semarang, 26 Juni 2025 – Universitas Diponegoro melalui Direktorat Sumber Daya Manusia menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Pengajuan Jabatan Pertama Dosen Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting sebagai langkah strategis untuk mempercepat proses kenaikan jabatan akademik dosen, sesuai dengan Kepmendiktisaintek Nomor 63/M/KEP/2025.
Kegiatan yang diikuti oleh 394 peserta ini dibuka secara resmi oleh Direktur Sumber Daya Manusia UNDIP, Prof. Ir. Mochamad Arief Budihardjo, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa jabatan fungsional pertama merupakan awal penting bagi dosen yang baru bergabung, sebagai langkah awal menuju karier akademik yang lebih tinggi di Universitas Diponegoro.
“Ini adalah awalan yang baik untuk menduduki jabatan pertama dan meraih gelar akademik, agar para dosen tidak tertinggal dalam proses kenaikan pangkatnya,” ungkap Prof. Arief.
Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Moh. Djaeni, S.T., M.Eng. menjelaskan pentingnya karya ilmiah dalam pengajuan jabatan pertama. Beliau menegaskan bahwa syarat utama adalah menerbitkan artikel di jurnal nasional minimal SINTA 6 atau jurnal internasional bereputasi sebagai penulis pertama. Namun demikian, beliau juga mengingatkan bahwa integritas ilmiah harus dijunjung tinggi, dan peserta harus menghindari jurnal predator maupun jurnal kloning.
“Landasan kita adalah integritas dan kebanggaan akademik. Jangan tergiur publikasi cepat tanpa proses ilmiah yang benar,” tegasnya.
Sesi berlangsung interaktif, memberikan kesempatan peserta untuk bertanya langsung kepada narasumber. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah terkait penggunaan artikel pengabdian dalam pengajuan jabatan. Prof. Djaeni menjawab, “Tidak masalah, karena artikel pengabdian juga sudah terukur, bersifat ilmiah, dan aplikatif, selama itu membantu masyarakat.”
Acara ini dimoderatori oleh Prof. Ir. Retno Murwani, M.Sc., M.App.Sc., Ph.D., yang turut memastikan kelancaran diskusi dan pembahasan. Melalui kegiatan ini, Direktorat Sumber Daya Manusia Undip berharap para dosen baru dapat lebih siap dan percaya diri dalam mengajukan jabatan fungsional pertamanya, serta menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan beretika.